Definisi Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya
mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang
berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas:
a.
Kepercayaan Pada Diri Sendiri
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.
Kepercayaan Kepada Orang Lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.
2.
Definisi Janji
Janji menurut Kamus Baliasa Indonesia adalah perkataan
yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Pengertian lain
menyebutkan, bahwa yang disebut dengan janji adalah pengakuan yang mengikat
diri sendiri terhadap suatu ketentuan yang harus ditepati atau dipenuhi.
3.
Definisi Ingkar janji
Seseorang terkadang suka membuat suatu perjanjian atau
kesepakatan dengan orang lain. Apabila orang itu tidak mengikuti janji yang
telah disepakati maka orang itu berarti telah ingkat janji. Contohnya seperti
janjian ketemu sama pacar di warung kebab bang piih tetapi tidak datang karena
lebih mementingkan bisnis. Misal lainnya yaitu seperti para siswa yang telah
menyepakati janji siswa namun tidak dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.
4.
Akibat ingkar janji
a.
Tidak dipercaya oleh orang lain
b.
Memiliki kemungkinan untuk berbohong atau ingkar janji
kembali
c.
Sulit diterima dalam masyarakat
d.
Tidak memiliki teman
e.
Dikucilkan oleh orang sekitar
Macam-Macam Janji
Sayyid Ridha dalam tafsir Al Manar, membagi janji itu ke dalam tiga bagian,
yaitu : janji kepada Allah janji kepada diri sendiri janji kepada sesama
amanusia.
- Janji kita kepada Allah SWT
Ketika kita menjalankan shalat, pada doa iftitah kita mengucapkan :
Sesungguhnya shalatku. ibadahku, hidup dan matiku, hanyalah untuk/milik Allah Tuhan Sertiesta Alam “.Ini adaiah merupakan janji manusia terhadap Allah yang harus ditepati. - Janji Terhadap Diri Sendiri
Misalnya seorang mahasiswa mengatakan, “Jika saya lulus ujianku, aku akan menyembelih kambing untuk dibagikan kepada orang lain”.
Seorang yang sakit yang serius, kala itu dia mengucapkan Jika aku sembuh dari penyakitku, aku akan berpuasa tiga hari. “ Kedua hal itu merupakan janji manusia terhadap diri sendiri yang harus ditunaikan, yang dalam bahasa agama disebut dengan nadzar. - Janji Terhadap Sesama Manusia
Ini banyak ragamnya. Ada yang berjanji dengan seseorang untuk hidup semati, ada yang janji mau membayar hutang setelah rumahnya laku terjual, ada yang janji memberangkatkan haji kepada orang tuanya nanti setelah proyeknya seselai.dll seperti yang sudah kami sebut.
Hukum Memenuhi Janji
Saudara, pada dasamya segala janji yang baik yakni janji yang tidak
bertentangan dengan ajaran agama, wajib ditunaikan, wajib dipenuhi. Namun boleh
jadi hukum janji itu bisa berubah. Ini menurut M.Yunan Nasution dalam
khutbahnya, menjadi :
- Sunnah memenuhinya. Artinya boleh ditinggalkan. Misalnya orang yang berjanji untuk meninggalkan sesuatu yang tidak diperintahkan agama. Misainya, sejak hari ini saya tidak akan makan sambal.
- Sunnah tidak memenuhinya. Contohnya seperti orang yang berjanji dan bersumpah akan melakukan suatu perbuatan, misainya jika saya lulus SLTA saya mau kursus menjahit. Ternyata dia berubah pikiran untuk melanjutkan kuliah dan ternyata diridhai orang tua. Maka kursus menjahitnya pun dibatalkan, karena melanjutkan kuliah. Konsekuensinya dia harus membayar kafarat sumpahnya itu. yaitu puasa kafarat 3 hari berturut- turut.
- Wajib tidak memenuhi janjinya. Yakni janji untuk berbuat jahat.
tapi kadang kita sulit percaya pada diri sendiri. hmmm.....
BalasHapusharus jadi orang yang dipercaya
BalasHapusjika mendapat kepercayaaan, harus di jaga.
BalasHapussebuah kepercayaan yang diberikan kepada kita wajib kita tangggung jawab atas kepercayaan itu.tetapi kita jangan mempercayai semua orang yang kita lihat.:)
BalasHapuskepercayaan itu sangat perlu
BalasHapuskepercayaan bak lampu.. dalam kehidupan
BalasHapuspengin jd orang yang slalu nepatin janji...
BalasHapusagree...pokoknya...
BalasHapusjadi orang harus bisa jaga kepercayaan
BalasHapusbuktikan bahwa kita mampu menjaga kepercayaan....
BalasHapuskepercayaan sangat mahal harganya
BalasHapusSIPPPP, kepercayaan itu penting
BalasHapusiyaaaa betuul itu :)
BalasHapus